Jumat, 15 Mei 2015

Piano Misterius 2

"Sebenarnya piano itu milik miss levada yang sudah meninggal 2 tahun lalu, Tapi.... Seingat saya piano itu ada di rumah saya, mengapa bisa ada di ruangan ini?" jelas dan tanya miss ceervie, tampaknya miss ceervie kebingungan dan ketakutan
" Mungkin bayangan yang menjatuhkan piano itu adalah miss Levada" tebak ku
"Drrr" tubuh Dhea bergetar karena ketakutan
"Wusshh..." sebuah bayangan melewati kami semua
Kemudian.. Wajah Dhea menjadi PUCAT PASI!
"Ceervie kenapa kau ceritakan tentangku kepada mereka? Aku sudah memintamu untuk melupakan dan tidak mengungkit masa lalu ku kan!? " Tanya arwah miss Levada yang menempati tubuh Dhea dengan melotot
"Maafkan aku Leva, aku hanya berniat untuk membantu mereka, aku kasihan kepada mereka " Pinta Miss Ceervie
"Tidak, aku tidak akan memaafkan mu, aku benci kamu! Aku..aku..aku menganggapmu sahabatku, tapi hiks hiks hiks kamu...kamu..kamu apa yang kamu lakukan? Kamu membocorkan tentang ku,," tangis Arwah Miss Levada Crythey
"Baiklah jika kamu tidak mau memaafkan ku,, tapi kumohon kembalilah ke alam mu,, jangan menakuti siswa di LCS ( Les Complete Surabaya )" Mohon Miss Ceervie Kylanie
"Pergi dari sini? Hahahaha.. Lebih baik aku mengambil raga dari Annisa agar aku bisa hidup kembali, hahahaha" Tawa Miss Levada Crythey
"Apa!!???" Teriak ku kaget setengah mati, kenapa harus aku? 
"Bruk" aku pingsan dan tubuhku terjatuh
   ********
Perlahan aku membuka mataku
Saat mataku terbuka aku melihat sekelilingku, semuanya serba putih ,dan aku yakin ini pasti rumah sakit
"Miss Ceervie,apa yang terjadi" bisikku, kesehatanku belum pulih jadi aku masih lemah" kemarin saat miss Levada akan mengambil ragamu, kamu pingsan saat kamu pingsan Miss Leva melempar pisau ke arahku tapi pisau itu meleset jadi mengenaimu, kamu kehilangan banyak darah, jadi saya langsung membawa kamu ke tempat yang aman" Jelas Miss Ceervie
"Lalu bagaimana dengan Miss Levada?" tanyaku, aku memang suka bertanya sehingga sering di sebut "KEPO"
"Sudahlah kamu istirahat dulu, kalau kamu sudah sembuh total saya akan menceritakanya" ucap Miss Ceervie sambil mengelus kepalaku
"Baillah Miss, terima kasih karena sudah menolongku" ucapku sambil tersenyum
        ~ 10 Hari Kemudian ~
Aku mengingatkan janji miss ceervie, yakni yang masalah miss levada
"Saat saya sudah membawamu ke tempat yang aman, saya pergi ke nenek kamu, nek lila , nek lila memberitau cara mengalahkan Miss Levada, caranya saya harus membawa pedang berlian, perisai emas, dan tinta, kemudian.." belum sempat miss meneruskan ceritanya aku memotongnya
"Hah!! Tinta??" ucapku,, bagaimana barang "biasa" itu berguna, pikirku
"Sebenarnya saya juga tidak tau saat itu tapi saya kemudian tau saat saya mencobanya, sudahlah saya teruskan yang tadi dahulu, jangan dipotong!" ucap Miss Ceervie menyindirku
"Lalu saat melawan Miss Levada ,ternyata saya kalah ,Miss Levada kemudian mengangkat tinggi tinggi pisaunya dan akan menusuk saya, tapi saya kemudian ingat satu senjata yang belum saya gunakan , TINTA, saya kemudian melempar tinta itu ke arah Miss Levada, dan alhasil miss Levada bernafas tidal teratur lalu pingsan, saat pingsan tubuh Dhea menghilang " jelas Miss Ceervie
"Hah? Bukan arwahnya ? Tapi tubuh Dhea juga hilang?" teriak ku kaget setengah mati
"Iya ya? Ayo kita tanyakan ke Nenek kamu, Nek Lila " ajak Miss Ceervie
                        *******
"Oh, Dhea, Dhea sebenarnya putri dari adik Levada, Lisyra, namun saat Dhea di lahirkan, Lisyra meninggal, lalu Dhea dirawat oleh Miss Levada, 2 tahun lalu saat Levada meninggal dia mengorbankan nyawa Dhea untuk menambah kesaktianya ( Ilmu Hitam ) , sehingga sebenarnya Dhea sudah meninggal 2 tahun lalu, dan yang menempati tubuh Dhea adalah Levada" terang nek Lila
"Hah... Sahabatku sudah meninggal 2 tahun lalu, jadi.. yang selama ini bersamaku adalah Miss Levada" ucapku histeris
"Iya" ucap Nek lila
"Tapi sekarang raga Dhea sudah hancur karena tinta ajaib itu, raga Dhea sekarang bersama raga Levada, dan jangan lupa untuk mengubur piano antik itu bersama raga mereka" perintah Nek lila
"Baik nek" jawab Miss Ceervie, lalu menggandengku.
Aku pun pergi ke makam miss levada , miss ceervie menggali kuburanya dan benar saja, raga Dhea ada di samping raga miss Levada, setelah menaruh piano , dan memendam kembali, kami pun pulang 
"Selamat tinggal sahabatku, Dhea" ucapku
TAMAT
                                                         

0 komentar:

 

Karya Rani Published @ 2014 by Ipietoon