Minggu, 17 Mei 2015

Pemulung Cilik 1

"Ada banyak nih" ucap Ayu sambil terus mengorek orek tempat sampah
 "Hei!" Bentak seseorang sambil menepuk pundak Ayu dengan keras  sontak Ayu pun menoleh
 "Ini punya saya, saya biasanya ambil di sini sampah nya, kamu ambil di dekat rumah orang kaya aja!" perintah bapak itu.

 " Baik, pak" Ayu kemudian melangkah gontai ke arah rumah orang kaya
Srek ,srek,srek, suara korekan Ayu memang berisik sehingga membuat pemilik rumah keluar.
 "Hei! Jangan berisik, pergi! Dasar Pemulung!" sentak pemilik rumah
Sekali lagi Ayu melangkah gontai sambil melihat isi tempat pulunganya
"Yah, hanya segini, nggak cukup buat beli nasi " ucap Ayu sedih, seorang ibu yang mendengar kata kata Ayu pun menghampiri Ayu
"Nak, namanya siapa?" tanya ibu itu
"Nama saya Ayu Lindya Putri, Ibu bisa memanggil saya Ayu" ucap Ayu dengan sopan
"Ayu mau ikut ke rumah ibu, nama ibu Lisa" ajak bu Lisa
"Tapi bu.. Saya be..lum endapat banyak rongsokan, nanti setelah saya mendapat banyak dan membeli nasi, saya pasti akan datang ke rumah bu Lisa" tolak Ayu dengan sopan
"Nanti ibu kasih makanan di rumah ibu,ayo ikut" ajak bu Lisa sambil mengulurkan tanganya kepada Ayu
"Baik bu" Ayu meneria uluran tangan bu Lisa
Di tengah jalan, tiba tiba mobil menabra Ayu, tapi bu Lisa menghadangnya sehingga bu Lisa tertabrak mobil itu,
"Greng" mobil itu melaju cepat atau biasa di sebut tabrak lari
"Bu Lisa,bu Lisa" panggil Ayu
Ambulan pun datang dan membawa bu Lisa ke rumah sakit
                        *******
"Maaf nak, bu Lisa meninggal" ucap dokter itu dengan wajah sedih
"Hiks hiks hiks" Ayu pun terisak
Saat bu Lisa sudah dimakamkan , Ayu kembali mendapat hinaan dari Ari, putra tunggal bu Lisa
"Ini semua gara gara kamu, lihat ibu ku jadi meninggal, kalau ibu nggak nolong kamu, ibu sekarang masih hidup, dasar pemulung!, nggak punya pendidikan!" caci Ari dengan kasar
"Ari.. Nggak boleh bilang gitu, ini bukan salah dik Ayu, kan Ibu yang ingin nolong dik Ayu, bukan dik Ayu yang minta, sudahlah ikhlaskan aja ya nak, ayo sekarang kita pulang" tutur ayah lembut
Karena Ayah Ari kasihan dengan Ayu, maka Ayu di adopsi oleh Ayah Ari
Kami kemudian pulang ke rumah.
Apa aku salah? Mungkin benar kata Ari, aku hanya seorang pemulung yang menyebabkan masalah, aku harus kabur dari sini, pikir Ayu
~Keesokan Harinya~
"Ari, gonceng adik Ayu ya.. ,ayah belum membelikan sepeda untuk adik Ayu" ucap ayah
"Hah! Adik? Sejak kapan Ayu menjadi adikku? NEVER! Aku hanya akan menganggap Ayu sebagai parasit hidupku!" Bentak Ari kepada Ayu, dia lalu pergi meninggalkan Ayu
"Maafin kak Ari ya Ayu" pinta ayah
"Iya yah, lagian ini mungkin karena kak Ari masih sedih karena di tinggal oleh Alm.Bu Lisa" ucap Ayu
"Ayo ayah antar "
"Enggak usah yah.. Jaraknya dekat kok" ucap Ayu, lalu berpamitan dan berangkat ke sekolah
~Di Sekolah~
"Kring" 
"Assalamualaikum, kali ini kalian akan mendapat teman baru, Ayu ayo masuk" ucap Bu Kyra
Ayu pun masuk
"Silahkan perkenalkan diri kamu" ucap bu Kyra
"Baik bu, teman teman perkenalkan nama saya Ayu Lindya Putri , kalian bisa memanggil saya Ayu, saya berumur 10 tahun ,semoga kalian suka berteman dengan saya " Ayu memperkenalkan dirinya
"Ayu kamu duduk di sebelah Gabriella" ucap bu Kyra
Ayu kemudian melangkah ke arah Gabriella
"Ih, jaga jarak, kamu dulu kan pemulung, nanti aku ketularan virus sampah, hahahaha" ejek Gabriella
Bersambung ......

0 komentar:

 

Karya Rani Published @ 2014 by Ipietoon