Senin, 25 Mei 2015

Jangan Sedih Ley!

Leyra Akhiasi Kijuhy, gadis cilik berusia 10 tahun, dia merasa dia tidak punya bakat,dan tidak punya teman, apakah benar dia tidak mepunyai bakat? Dan apakah Ley akan mendapat teman?
Baca yuk cerita ini !
Pagi hari ini, seperti biasa Ley terlihat murung, Ley memang tidak

pernah tersenyum,jika tersenyum mungkin hanya 2 detik
          “Ley! Tolong maafkan aku, aku tidak sengaja”  Kata kata Uhy, temanya itu masih terngiang di telinga Ley
Apakah karena aku pemarah? Aku tidak mempunyai teman?, piker Ley
                                                                                                                                    Aku memang pemarah, ini sudah karakter ku, aku tidak masalah jika tidak                          mempunyai teman, tapi jika aku tidak mempunai bakat? Ini sungguh menyedihkan,                  hidupku bagai tak ada artinya, Ya Allah tolonglah aku, setidaknya berikan aku                    secuil harapan ,  Amiinn...
Tulis Ley di Buku Diary nya
         “tok tok tok” pintu rumah Ley di ketuk, Ley langsung keluar dan membuka pintu
Ley benar benar terkejut! Yang mengetuk adalah UHY!!
         “em em Uhy, maafkan aku ya..” ucap Ley malu malu, baru kali ini Ley merasa bersalah
        “aku juga salah, ehmm, ini punya mu, maaf ya..” ucap Uhy sambil memberikan sebuah bolpoint kaca
Ley, menolak nya,
       “nggak perlu diganti kok ,” ucap Ley dengan muram,
Apa Ley marah? Jika dia tidak mau aku ganti bolpointnya kenapa wajahnya muram?, Pikir Uhy, Uhy memang satu- satunya anak yang peduli dengan Ley meski dia sering di acuhkan oleh Ley.
Setelah Uhy pulang, Ley dengan gontai menuju ke kamarnya, sambil mendengarkan lagu tentunya, tanpa terasa ley pun terlelap.
         “Ley kau anak yang sangat berbakat, tapi kenapa kau merasa kau tidak punya bakat?” ucap seorang gadis, Ley merasa dia sangat mirip dengan Uhy
         “aku berbakat? Hah? Aapa bakatku? Dulu aku sudah mecoba untuk menggambar, menyanyi, menari, tapi.. semua hasilnya 0 ” ucap Ley keras, bahkan seperti membentak
         “ kau kan mengetahui bakatmu besok, saat kau mendapatkan sahabat sejati, yang mengajarkan mu kesabaran dan keuletan ” Ucap “gadis mirip  Uhy”
       “Ley! Bangun !” Ucap seseorang yang tak lain adalah ibu Ley
Hoamm, Ley menguap karena masih mengantuk,tanpa perintah ibu yang ke -2 Ley langsung pergi ke kamar mandi, dia berencana pergi ke taman bermain, sendiri!
~ Di Taman Bermain ~
Seperti biasa Ley memperlihatkan wajah murungnya, dan melangkah lemas bagai tak ada jiwa lagi di tubuh nya.
Ia kemudian duduk di tempat duduk berwarna coklat tua itu, sambil bersenandung tentunya!
       “Hi Ley, How Are You? ” Tanya seseorang yang selama ini selalu meperhatikan Ley, Yups! Uhy!
       “I’m Fine, Uhy!” seru Ley dengan wajah ceria
        “Wow, kamu ceria banget Ley , kalau boleh tau kenapa selama ini kamu selalu murung?”  Tanya Ley
Ley hanya diam mendengar kata kata Uhy
      “ Ehm, maaf jika kamu tersinggung, nggak usah di jawab juga nggak papa kok ” ucap Uhy lagi, mungkin dia berubah pikiran, takut aku menjadi murung lagi, tapi.. tebakan Uhy SALAH!
     “Aku murung karena aku tidak mempunyai teman, tidak mempunyai bakat, aku sangat menyedihkan!” ucap Ley
     “Sabar lah Ley, aku yakin kamu orang yang punya bakat, bahkan aku sangat yakin bakatmu istimewa! Karena butuh kesabaran penuh untuk mengetahui bakatmu” tutur Uhy lembut
Uhy, dia mengajarkan ku kesabaran, apakah dia sahabat ku?, Pikir Ley sehingga dia sampai melamun
   “ Ley, Ley, Are You Fine?” tanya Uhy membuyarkan lamunanku
    “I’m Fine, Sorry!” ucap Ley gugup
    “ Uhy, aku akan pindah ke Jakarta besok, ini untukmu, ingatlah selalu aku ya..” ucap Ley yang hamper menangis
   “kamu akan ke Jakarta? Kenapa kamu nggak bilang aku dari dulu?” Tanya Uhy
   “1 bulan lagi aku kesana, sekarang aku masih di sini” hiburku
   “Ley, mari main ke rumahku!” ajak Uhy
   “Aku pamit ibu ku dulu ya..” Ucap Ley
Ley dan Uhy berlari kecil untuk sampai di Rumah Ley
   “ Ibu, Ley boleh nggak main ke rumah Uhy?” Tanya Ley kepada ibu Ley
  “ Boleh, ibu senang kamu sudah ceria, dan punya teman” ucap ibu Ley
Setelah berpamitan aku dan Uhy pergi ke rumah Uhy
Akhirnya hidupku tidak kosong lagi, pikir Ley
 Di rumah Uhy, aku di sambut ramah oleh ibu dan ayah Uhy, kecuali oleh kakak Uhy, Kak Uly, wajahnya tampak marah melihat kehadiranku.
Lagi-lagi aku merasa bersalah

Bersambung

0 komentar:

 

Karya Rani Published @ 2014 by Ipietoon